KONTES ROBOT INDONESIA REGIONAL 3 UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

KEMENRISTEK DIKTI & UPGRIS bekerja sama menyelenggarakan Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional 3. Acara ini dilaksanakan pada 16-18 April 2018 di Balairung UPGRIS, dan diikuti 76 tim dari 24 Perguruan Tinggi di Indonesia. Kontes robot menjadi wadah bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi. Saksikan dan dukung tim Anda!

https://www.facebook.com/infoupgris/videos/1284887558310032/

PENYERAHAN PIAGAM REKOR MURI KEPADA SALAH SATU DOSEN UPGRIS

 

Mega Novita, dosen yang dinobatkan sebagai wanita peraih gelar doktor termuda versi Museum Rekor Indonesia (Muri) ternyata juga dikenal dekat dengan mahasiswanya di Universitas PGRI Semarang.

Bergabung sebagai dosen sejak bulan November tahun 2015, ia langsung terjun untuk mengajar angkatan pertama Fakultas Teknik kampus tersebut.

Salah satu mahasiswa, Rizki Perdana Putra mengungkapkan, mata kuliah bersama dosen muda tersebut menjadi hal yang ia nantikan. “Dosen wanita muda, goodlooking, apalagi usianya nggak jauh beda dengan kami, sehingga penyampaiannya juga enak dan lebih mudah dipahami,” terang mahasiswa tersebut kepada Tribun Jateng.

Ia pribadi mengaku bangga memiliki dosen yang bahkan hingga saat ini harus bolak-balik ke Jepang untuk melanjutkan penelitiannya mengenai lampu LED. Ia berharap, semakin banyak dosen dengan usia muda karena menurutnya memiliki penyampaian materi yang lebih modern dan mudah dipahami.

“Selain itu, Bu Mega juga ramah dan ia juga memiliki toleransi yang unik, jika terlambat tetap mempersilakan masuk dengan catatan mampu mengerjakan soal kimia yang dia berikan,” imbuh Rizki. Banyaknya mahasiswa yang mengidolakan Mega terlihat sesaat setelah ia menerima penghargaan dari Muri.

Puluhan mahasiswa langsung merangsek ke panggung untuk mengabadikan foto bersama dosen idola mereka tersebut. Pasalnya tak lama setelah itu ia segera pergi ke Jepang untuk melanjutkan penelitian post doctoral-nya.

Terpisah, Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr Muhdi menjelaskan, sengaja memberikan waktu untuk Mega berbicara di hadapan ribuan mahasiswanya di luar Fakultas Teknik. “Kisahnya itu sangat inspiratif, harapannya dengan ia berbagi cerita, mahasiswa bisa mengambil semangatnya untuk tak kenal lelah dalam menempuh studi dan berprestasi,” pungkas Rektor.

Dipamerkan, Hasil Penelitian Dosen dan Mahasiswa UPGRIS

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pameran hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik karya para dosen mau pun mahasiswa. Pameran diikti dosen dan mahasiswa dari 24 program studi (Prodi) tersebut dilaksanakan di Balairung Kampus UPGRIS Jl Sidodadi, Rabu (25/10).

Pameran dibuka oleh Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH Mhum, mendapat respons menggembirakan dari pengunjung baik dari masyarakat umum, mahasiswa mau pun pelajar. Ratusan pengunjung tampak memadati hasil penelitian dosen dan mahasiswa berbagai disiplin ilmu. “Berbagai produk hasil penelitian dipamerkan oleh 24 gerai program studi (prodi), termasuk pasca sarjana, stan Posdaya binaan UPGRIS, dari stakeholder lain seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), dan lainnya hingga produk dari kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). Jumlahnya ada stand,” jelas Muhdi.

Menurut dia, kegiatan ini ditujukan untuk sosialisasi dan deseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat umum maupun akademisi. Beberapa produk hasil penelitian yang dipamerkan antara lain miniatur lift dari Teknik Elektro, kerajinan kayu dari PGSD, media pembelajaran dari Prodi Matematika. Selain itu, dari Fakultas Hukum mengadakan simulasi sidang pengadilan.

Kemudian, dua inkubator bisnis UPGRIS yang berhasil mendapatkan hibah program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi di Perguruan Tinggi (PPBT-PT) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) juga ikut pameran. Inkubator bisnis di bawah bimbingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tersebut adalah Power Stability sebagai penyedia listrik cadangan rumah tinggal memanfaatkan rnergi matahari rancangan dosen Fakultas Tehnik Elektro Adhi Kusmantoro. Kemudian pengolahan cangkang rajungan menjadi kerupuk karya Hella Ayu, alumnus UPGRIS.

Muhdi mengapresiasi terlaksananya ekspo tersebut. Menurut dia, produk-produk hasil penelitian yang dipamerkan itu merupakan temuan-temuan baru, meski masih membutuhkan pengembangan lebih jauh lagi agar lebih sempurna supaya dapat diterapkan dan dimanfaatkan masyarakat luas. “Kami sangat berterimakasih kepada para peneliti telah bekerja keras menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat banyak,” papar dia.

Dia menambahkan pameran atau ekspo hasil penelitian ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi penelitian yang dilakukan agar diketahui masyarakat luas. “Tentunya hal ini diharapkan membawa manfaat baik bagi pemerintah dan industri untuk berkembang,” jeasnya.

Tahun ini, sambung Muhdi, UPGRIS ini akan lebih fokus untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian. Diharapkan pula dana penelitian dari tahun ke tahun akan semakin besar. Sehingga semakin banyak penelitian yang berkualitas dan berguna bagi masyarakat.