SEMARANG, suaramerdeka.com – Mahasiswa program studi (prodi) Teknik Elektro, Elektro, dan Informatika, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) memberi kontribusi membuatkan sistem informasi buat instansi tempatnya menjalani magang kerja.
Sebelumnya, mereka mengonstultasikan sistem informasi dengan instansi dan dosen pembimbingnya. Beberapa sistem yang dibuat itu adalah pengelolaan mobil dinas dan laporan pengaduan sampah.
Tim Penjamin Mutu Informatika, Fakultas Teknik dan Informatika, UPGRIS, Setyoningsih Wibowo ST MKom mengatakan, sistem informasi pengelolaan mobil dinas itu dipakai oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia.
Di perusahaan itu punya banyak mobil dinas. Pegawai yang membutuhkannya juga banyak, sehingga mahasiswa UPGRIS membuatkan databasenya untuk memudahkan pengelolaannya. Bahkan, sistem informasi yang dibuat itu bisa menghitung jarak tempuh mobil ke tempat tujuan, termasuk kebutuhan bensinnya.
Selain itu, ada sistem informasi pengaduan sampah yang dibuat secara daring. Dalam sistem ini, masyarakat bisa membuat pengaduan saat sampah menumpuk. “Hasil karya sistem informasi itu akan disumbangkan ke tempat magang. Kalau pun akhirnya nanti dipakai instansi tersebut, itu merupakan kebanggan buat kami,” kata Setyoningsih sedi sela-sela Science Engineering National Seminar (SENS) ke-4 di gedung pusat UPGRIS,.
Seminar yang dibuka Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Drs Slamet Supriyadi MEnv ST ini menghadirkan narasumber Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) Jateng Dr Suryono MSi dan akademisi Fakultas Kedokteran, UNS Surakarta dr Iwan Budiwan Anwar SpOT.
Menurut Slamet, seminar diikuti 229 orang, 108 di antaranya merupakan pemakalah, termasuk mahasiswa magang dan skripsi UPGRIS.
Mereka melakukan presentasi, sekaligus melatih mental karena peserta bukan hanya dari internal UPGRIS. Adapun, 10 peserta dengan presentasi terbaik akan diberikan penghargaan oleh panitia.