{"id":1924,"date":"2020-02-26T11:46:16","date_gmt":"2020-02-26T11:46:16","guid":{"rendered":"http:\/\/fti.upgris.ac.id\/?p=1924"},"modified":"2020-02-26T11:46:16","modified_gmt":"2020-02-26T11:46:16","slug":"ciptakan-beras-analog-rendah-gula-aman-buat-penderita-diabetes-penelitian-mahasiswa-fti-upgris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/2020\/02\/26\/ciptakan-beras-analog-rendah-gula-aman-buat-penderita-diabetes-penelitian-mahasiswa-fti-upgris\/","title":{"rendered":"Ciptakan Beras Analog Rendah Gula, Aman Buat Penderita Diabetes Penelitian Mahasiswa FTI UPGRIS"},"content":{"rendered":"\n<p>  <strong>SEMARANG, suaramerdeka.com<\/strong> &#8211; Mahasiswa program studi   Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI   Semarang (UPGRIS), Abdul Wahid menciptakan beras analog dengan kadar   glukosa atau gula yang rendah. Beras yang aman dikonsumsi buat penderita   diabetes ini bukan berasal dari padi, melainkan kombinasi jagung dan   Suweg yang dikenal tanaman hama. Bahan pangan pengganti nasi ini dibuat   melalui hasil proses penelitian panjang, sekitar tiga bulan.<br>  &#8220;Kami mencoba memaksimalkan bahan pangan yang ada di Indonesia.   Apalagi, Suweg atau amorphophallus paeoniifoliu dari berbagai penelitian   ahli, ternyata memiliki zat gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak,   kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin C dan B1,&#8221; kata Wahid di   Semarang. Tanaman Suweg juga diketahui mengandung beberapa senyawa   berupa flavonoid, polifenol, dan saponin, tapi belum dimaksimalkan   sebagai pengganti beras.<br> Menrut  dia, pembuatan beras analog ini sederhana. Suweg dan jagung  awalnya  dibuat menjadi tepung, setelahnya dicampur menjadi satu serta  diberikan  air secukupnya. Campuran pangan itu lalu dikukus, serta  dicetak  menggunakan alat pencetak yang menghasilkan bentuk seperti  beras.  Kemudian, beras analog yang setengah basah ini dikeringkan agar  kadar  airnya berkurang. Tujuannya, supaya beras bisa bertahan lama.  Beras  analog ini telah diteliti, hasilnya rendah gula dan tinggi  seratnya.  Tidak seperti beras pada umumnya.<br>  &#8220;Beras analog rendah gula, sehingga aman dikonsumsi penderita  diabetes.  Pembuatan beras analog ini untuk meningkatkan diversifikasi  pangan  lokal yang melimpah di Indonesia, termasuk jagung dan  umbi-umbian,&#8221;  ungkapnya. Kesulitan pembuatannya adalah saat mencampur  bahan itu tidak  boleh terlalu encer dan kental. Adapun, penelitian akan  terus  dikembangkan, dengan harapan ini dapat diproduksi massal dengan   sasarannya dijual ke pasar, secara daring maupun supermarket.<br>  Menurut dia, kendala dalam pemasarannya adalah masih rendahnya   masyarakat mengkonsumsi makanan, selain nasi. Hasil penelitian itu   dipamerkan dalam ekspo Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat   (LPPM) UPGRIS di aula lantai enam, kampus IV UPGRIS, baru-baru ini. Atas   hasil penelitian itu, Rektor UPGRIS Dr Muhdi MHum mengapresiasi   kreativitas Wahid dalam melakukan diversifikasi pangan. Kampusnya memang   mendorong mahasiswa melakukan penelitian serta mengembangkan teknologi   tepat guna, salah satu hasilnya beras analog ini.  <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG, suaramerdeka.com &#8211; Mahasiswa program studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Abdul Wahid menciptakan beras analog dengan kadar glukosa atau gula yang rendah. Beras yang aman dikonsumsi buat penderita diabetes ini bukan berasal dari padi, melainkan kombinasi jagung dan Suweg yang dikenal tanaman hama. Bahan pangan pengganti nasi ini dibuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-1924","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"blocksy_meta":[],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/author\/upttik\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":"SEMARANG, suaramerdeka.com &#8211; Mahasiswa program studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Abdul Wahid menciptakan beras analog dengan kadar glukosa atau gula yang rendah. Beras yang aman dikonsumsi buat penderita diabetes ini bukan berasal dari padi, melainkan kombinasi jagung dan Suweg yang dikenal tanaman hama. Bahan pangan pengganti nasi ini dibuat&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1924"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1924\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}