{"id":2062,"date":"2020-05-07T06:51:46","date_gmt":"2020-05-07T06:51:46","guid":{"rendered":"http:\/\/fti.upgris.ac.id\/?p=2062"},"modified":"2020-05-07T06:51:46","modified_gmt":"2020-05-07T06:51:46","slug":"mahasiswa-universitas-pgri-semarang-upgris-menawarkan-gagasan-penggunaaan-teknologi-biometrik-untuk-transaksi-pembayaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/2020\/05\/07\/mahasiswa-universitas-pgri-semarang-upgris-menawarkan-gagasan-penggunaaan-teknologi-biometrik-untuk-transaksi-pembayaran\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menawarkan gagasan penggunaaan teknologi biometrik untuk transaksi pembayaran."},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><ul class=\"blocks-gallery-grid\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><noscript><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/26cupgris-5e7d21d62bf1c_665_374.jpg\" alt data-id=\"2036\" data-full-url=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/26cupgris-5e7d21d62bf1c_665_374.jpg\" data-link=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/v1\/26cupgris-5e7d21d62bf1c_665_374\/\" class=\"wp-image-2036\"><\/noscript><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP\/\/\/yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7\" alt data-id=\"2036\" data-full-url=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/26cupgris-5e7d21d62bf1c_665_374.jpg\" data-link=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/v1\/26cupgris-5e7d21d62bf1c_665_374\/\" class=\"wp-image-2036 lazyload\" data-src=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/v1\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/26cupgris-5e7d21d62bf1c_665_374.jpg\"><\/figure><\/li><\/ul><figcaption class=\"blocks-gallery-caption\">Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menawarkan gagasan penggunaaan teknologi biometrik untuk transaksi pembayaran.<br>Dengan teknologi biometrik proses transaksi pembayaran barang atau jasa tidak perlu lagi menggunakan uang, kartu, dan alat pembayaran lainnya.<br>Gagasan pembuatan teknologi biometrik ini karya tiga mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UPGRIS, yakni Eko Prasetyo, Mustaqfirin, dan Kharisma Felix Andriyanto.<br>Menurut Eko Prasetyo, transaksi pembayaraan menggunakan teknologi biometrik cukup dengan menempelkan sidik jari ke suatu perangkat.<br>\u201cMenggunakan teknologi biometrik transaksi pembayaran jadi lebih cepat, aman, efektif, dan efisien,\u201d katanya, Jumat (27\/3).<br>Uang yang digunakan pembayaran, lanjutnya, adalah digital currency sehingga tidak perlu menggunakan uang atau alat pembayaran lainya.<br>Caranya cukup&nbsp;<em>scan<\/em>&nbsp;biometrik maka saldo pada&nbsp;<em>digital currency<\/em>&nbsp;pengguna akan otomatis berkurang sesuai dengan barang atau jasa yang dibeli.<br>\u201cUntuk keamana data menggunakan algoritma&nbsp;<em>block chain<\/em>&nbsp;agar data pengguna dapat diubah menjadi string acak atau hash,\u201d ujar Eko.<br>Lebih lanjut, Eko menyatakan gagasan tersebut telah dituangkan dalam karya tulis berjudul \u201cPemanfaatan Digital Currency dalam Transaksi Keuangan Menggunakan Teknologi Biometrik dan Algoritma Blockchain.<br>Karya tulis ini meraih juara II pada \u201cLomba Muria Essay Competition\u201d 2020 tingkat perguruan tinggi se-Jateng.<br>\u201cKami belum memiliki rencana untuk mewujudkan gagasan ini dengan membuat alat biometrik. Tergantung pihak UPGRIS karena biaya pembuatan mahal,\u201d kata mahasiswa semester VI ini.<br>Sementara, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Drs. Slamet Supriyadi, mengatakan merasa bangga dengan pencapaian prestasi karya mahasiswa.<br>Prestasi ini, harap Slatmet, dapat meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa lainnya menciptakan gagasan-gagasan baru yang inovatif untuk memecahkan suatu permasalahan.<br>\u201cSemoga prestasi mahasiswa FTI terus meningkat agar mampu bersaing secara global. Kami terus mendorong para mahasiswa terus mengasah kemampuan diri supaya setelah lulus memiliki kompetensi,\u201d ujar dia.<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-2062","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"blocksy_meta":[],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/author\/upttik\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a>","rttpg_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2062"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2062\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fti.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}